AI Enablement Playbook Diluncurkan, Panduan Strategis Percepat Adopsi Kecerdasan Buatan di Indonesia
DANA meluncurkan AI Enablement Playbook sebagai panduan strategis bagi industri untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) yang aman, inklusif, dan berdampak nyata.
DANA Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital nasional dengan meluncurkan AI Enablement Playbook, sebuah panduan praktis yang membantu pelaku industri menilai kesiapan mereka dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Panduan ini lahir dari hasil diskusi lintas sektor melalui forum AI@Work Lab, yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan pakar AI. Dilengkapi dengan AI Enablement Checklist, pedoman ini menjadi kontribusi nyata DANA dalam mendukung implementasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional (AI Roadmap) yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menekankan pentingnya kerangka kerja yang jelas dalam pemanfaatan AI. âTeknologi AI mampu membuka akses yang luas. Di saat pelaku industri global berlomba-lomba memanfaatkan AI, masih banyak organisasi yang belum memiliki kerangka kerja yang terarah dan terukur. AI Enablement Playbook bisa menjadi pedoman bagi industri memastikan implementasi AI tetap aman, inklusif, dan berdampak nyata. Dengan kolaborasi dan kesiapan lintas sektor, kemajuan teknologi seperti AI dapat memberi manfaat bagi masyarakat bahkan perekonomian Indonesia,â ujarnya.
Pedoman ini memperkenalkan kerangka kerja 3P (People, Platform, Policy) yang menekankan:
- People: pemberdayaan talenta melalui literasi, pola pikir, dan keterampilan digital.
- Platform: penguatan infrastruktur data dan teknologi.
- Policy: kebijakan, struktur, dan kolaborasi lintas sektor.
Kerangka ini selaras dengan fokus utama AI Roadmap Nasional, yaitu pengembangan talenta, pembangunan infrastruktur dan data, etika dan kebijakan, serta riset dan inovasi industri.
Selain itu, AI Enablement Checklist membantu industri mengukur kesiapan mereka melalui aspek tujuan bisnis, kesiapan data, serta penggunaan tools AI yang aman dan terstandarisasi. Checklist ini juga mencegah praktik BYOAI (Bring Your Own AI) yang berisiko mengancam keamanan data perusahaan dan konsumen.
Hasil asesmen akan diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kesiapan: Curious, Committed, dan Confident, sehingga perusahaan dapat menentukan langkah strategis dalam perjalanan transformasi AI. Dengan klasifikasi ini, pelaku industri memiliki gambaran jelas mengenai posisi mereka dan dapat menyusun prioritas untuk memperbaiki celah serta membangun implementasi AI yang sesuai kebutuhan.
Melalui AI@Work Lab, AI Enablement Playbook, dan AI Enablement Checklist, DANA menegaskan perannya dalam membangun ekosistem AI Indonesia yang kolaboratif dan berdaya saing global. Forum ini turut didukung oleh Tech in Asia dan Alibaba Cloud, serta dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk Komdigi, Singapore Economic Development Board, Kata.ai, Tiket.com, Microsoft, dan Google Cloud.
âDengan upaya, dukungan, dan kolaborasi dari semua sektor, Indonesia tidak hanya akan mampu memanfaatkan AI untuk mewujudkan Indonesia Emas, tetapi juga berpotensi menjadi pemimpin regional dalam adopsi AI yang aman dan inklusif,â tutup Vince.
Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi DANA dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi digital global. Dengan adanya panduan yang terstruktur, diharapkan semakin banyak perusahaan, baik startup maupun enterprise, yang mampu mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab, sehingga menciptakan dampak positif bagi masyarakat, memperkuat daya saing industri, dan mendukung keberlanjutan bisnis di era digital.





